By Boku_Baka

Gambar : Kelakuan Founder Onegai Shelter
Malem minggu kemaren, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan saya ke Yogya, ternyata pada hari itu pas ada pembukaan Maid Cafe Sakura. Setahu saya Maid Cafe ini pertama di Yogya dan Kedua de Indonesia. Yang pertama adalag Maid Cafe Cupu-Cupu di Neo Semarang-3… eh maksud saya di Semarang. Tim peninjau pada malam itu adalah saya, Blek, Dkazuma, dan beberapa gerombolan anak Onegai, termasuk si Agung. Hujan lumayan deras tak mampu menghentikan hasrat moe terpendam untuk melihat maid yang mengucapkan “Hai, Gosujin-samaa…”
Suasana

Sudah diduga, sesampainya di sana penuh sesak sama orang orang aneh, susah dapet tempat duduk. setelah setengah jam menunggu dan mengintimidasi dua orang mbak2 agar cepat menyingkir, akhirnya bisa naroh pantat juga. Sembari menunggu ada juga band band aliran jepang lokal yang manggung di situ. Diantaranya yang banyak mencuri perhatian adala band yang anggotanya masih Loli dan Shota, yaitu Yubikiri. Banyak band yang manggung saat itu, ada 6 kalo nggak salah. Dan yang paling menusuk kalbu saya, adalah sebuah band yang menampilkan lagu-lagu tokusastu salam bentuk jam session dengan irama diperlembut.. apalagi setelah lagu Heart is Egg-nya Choujin Sentai Jetman dilantunkan.. woah hanya the chosen ones yang bisa memahami keindahannya.

Selain band ada juga majalah2 bau jepun yang diumbar di situ. Seperti NewType, Anime Insider, Animonster, Hiragana Times, SevenTeen dsb. Namun tentu saja tidak dijamin updatenya. hehehhee bisa jadi majalah tahun lalu.

Makanan
Walaupun ini Cafe, sepertinya jelas bahwa kebanyakan orang yang berkunjung di sini (at least untuk malam itu) bukanlah untuk menikmati makanannya, namun bukan berarti rasa makanannya bisa seenaknya dong!! Asli sumpah mati kecium ayanami, bahkan saya yang boleh dibilang lidahnya tidak peka.. bisa merasakan something wrong pada hidangannya. Bahkan yang tak terlupakan adalah jus alpukatnya. Sebuah rasa yang sedemikian dahsyatnya yang membuat bahkan lelaki sejati yang paling tangguh sekalipun akan menitikkan air mata. Bukan.. bukan karena terharu, namun karena memohon ampun. Sebuah kombinasi antara jambu biji menta h dan pisang hijau, dicampur tanah liat.. entah di mana rasa alpukatnya.. belom lagi nasi goreng apa itu namanya.. Si Blek sampai batuk-batuk mirip penderita TBC kronis ketika makan baru sesendok… pokoknya not for the faint hearted. Berasa main Fear Factor saat menghabiskan makanannya.
Maid

Ketika disodori menu, kami sempat doki-doki, soalnya ada menu para maidnya! Jadi Maidnya bisa dipesan?? eh maksud saya bukan menu.. eto.. Catalog.. eh bukan.. Profil! ya itu dia, ternyata cuma profil para maidnya… mwahahahaha
Dan sebelum mengakhiri kunjungan, taklupa kami kami sebagai penganut sekte Ayanamism, meinggalkan sedkit jejak kenang-kenangan pada nomor meja… itung itung berdakwah.
